Thursday, December 8, 2011

Segelas Cappucino

Malam ini, tepatnya pukul 22.30, saya tiba di rumah setelah pulang dari kampus yang jaranknya setengah jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Lelah, capek, sedih . . .

Ada sebuah pertanyaan sesampainya di rumah. Apa sih tujuan saya menghabiskan waktu seharian? Apakah ada manfaatnya nanti? ataukah hanya membuang waktu begitu saja tanpa ada yang mau perduli?

Lapar, tapi mesti tetap bersyukur karena hari ini sudah makan walau hanya sepiring nasi.
Lelah tapi mesti memikirkan hari esok yang mungkin datang dengan berbagai tantangan di dalamnya.
Sedih namun mesti kuat dan sabar menghadapi hidup yang merupakan anugrah terbesar dari Tuhan.

Apa yang mesti saya lakukan sekarang?
Membuat konsep hidup dengan aturan yang baru namun belum tentu terlaksana. Atau menjalankan hidup sesuai aturan dari konsep yang sudah dibuat sebelumnya?

Hehe . . . , , Saya mencoba tersenyum sesaat sampai akhirnya saya tidak menemukan jawaban atas pertanyaan saya itu. Aneh, memang terdengar sangat aneh.

Saya berjalan keluar dari kamar saya dan mendekati lemari makan.
Ternyata isinya hanya seiris tempe dan sayur yang mungkin sudah beberapa hari terdapat di mangkuk.


Ups, tapi saya menemukan satu sachet Coffe, Cappucino. Hmm . . .
Lumayan untuk sedikit menenangkan pikiran suntuk dan badmood.

Akhirnya saya membuat segelas Cappucino yang menemani saya menuliskan diary saya pada malam ini. Tetap dengan sebuah pengharapan diary ini bisa menjadi saksi adanya seorang dhiez di dunia ini. Hehe . . .

Terima Kasih Tuhan,,

~ Yura Hyde Tetsu ~

0 Comment:

Post a Comment

 
;