Studi perkuliahan sedang berjalan, malam itu sedang memasuki Mata Kuliah Matematika dengan materi Fungsi Turunan Tingkat Tinggi. Seorang laki-laki yang sedang pusing memikirkan jawaban dari konsep rumus yang ditugaskannya tiba-tiba mendapatkan SMS. Isinya :
"Hmm . . . Minggu temenin saya shoping yah? Saya mau beli sandal baru.".
Tanpa pikir panjang lelaki itu membalas SMS "Iya udah nanti saya temenin."
Setelah itu beberapa SMS lainnya masuk dari nomor yang sama.
Namun kali ini laki-laki itu mengabaikannya karena mencoba bijaksana terhadap waktu dan kuliah yang sedang berjalan.
Ada SMS lagi yang masuk. Kali ini dari nomor yang berbeda yang isinya :
"Nak, pulang kuliah ke apotik yah, belikan obat buat mamah, trus langsung pulang!"
Rupanya SMS itu membuat kepalanya kali ini bertambah berat tidak hanya karena rumus matematika yang sangat membuat perut mual. Tapi karena orang yang paling ia sayangi, ibunda tercinta sakit.
Bergegas sepulang dari perkuliahan itu si Laki-laki menancapkan gas laju motornya ke apotik dan segera bergegas pulang. Untungnya di jalan tidak terjadi apa-apa dan si Laki-laki itu sampai di rumah.
Ibunda tercinta sedang terbaring, lalu dibawakannya segelas air hangat dan obat yang sudah ia beli diapotik tadi. Ibunda tercinta kini istirahat dan si Laki-laki itu pergi meninggalkan tempat istirahat sang bunda ke kamarnya.
Di kamarnya si Laki-laki itu mencoba menelpon seseorang yang sebelumnya mengirimkan SMS ajakan shoping, dia ingin sedikit berbagi rasa kwatir yang ada dalam kepalanya. Tapi telponnya tidak pernah diangkat dan diabaikan.
Sesaat setelah telpon itu terabaikan ada nada SMS masuk berbunyi. Pesan di dalamnya berisi :
"Minggu gak jadi shoping". SMS selanjutnya juga berisi "Saya Badmood".
Si Laki-laki itu bertanya "Kenapa?".
Namun jawabannya sangat tidak enak.
"Udahlah, kalo kamu gak mau coba peduli sama saya gak usah peduli aja sekalian".
Terbayang tidak apa jadinya?
Air mata tanpa terasa menetes di pipi si Lelaki.
Dia melihat ibunya sedang terlelap dan tak ingin ibunya mengetahui beban yang ia rasakan.
Lelaki itu coba menceritakan yang sebenarya melalui SMS kepada seseorang diseberang sana, namun jawabannya tidak lebih baik.
"Udahlah, serigala berbulu domba gak usah pura-pura baik".
Laki-laki itu tetap sabar dan tidak membalas dengan kemarahan. Dia tidak ingin kasih sayang yang ia tanamkan tulus buat seseorang itu hilang hanya karena ke egoisan.
Mencoba memejamkan mata namun sulit untuk terpejam. Apa salahnya? Apa yang mesti ia lakukan?
Dia kemudian sholat dan berdo'a :
"Ya Allah, hamba peduli dan sayang terhadap orang-orang disekitar hamba, baik yang sayang terhadap hamba ataupun yang hanya memanfaatkan hamba. Hamba mencintaiMu Ya Allah, hamba mencintai Ibunda hamba, hamba mencintai orang-orang disekitar hamba."
"Ya Allah, jangan jadikan hamba orang yang picik dan tidak bijak, jadikan indra yang hamba punya bermanfaat buat banyak orang. jadikan otak hamba selalu berfikiran positif dan jadikan hati hamba hati yang bersih, suci dan tulus. Lindungilah orang-orang yang hamba sayangi dan jadikan mereka berada di jalanMu Yaa Allah, Amiiin Ya Rabbal 'Alamin . . . "
Malampun ditutup dengan do'a dan si Lelakipun itu dapat memejamkan matanya . . .
~ Yura Hyde Tetsu ~
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 Comment:
Post a Comment