Saturday, December 3, 2011

Nasehat itu Untuk Siapa


Setiap orang pasti pernah mengalami suatu pukulan dalam hidup. Kadang membalas pukulan dengan pukulan bukan jalan terbaik menyelesaikan masalah. Saat saya sedang terlarut dalam lamunan, seseorang yang berada tidak jauh dari tempat duduk saya. Membacakan sajak yang sedang ia genggam. Sajak itu berbunyi :
"Engkau yang sedang tersesat dalam cinta, cobalah kau jawab tanyaku ini … Jika yang kau genggam itu berduri dan menyengat, mengapakah engkau masih bertahan menggenggamnya?
Jika kau yakini jodohmu itu ada di tangan Tuhan, mengapakah engkau tak membebaskan tanganmu untuk mengambil belahan jiwamu itu dari tangan Tuhan? Kecerdasan apakah yang sedang kau gunakan, untuk membiarkan tanganmu terluka oleh duri yang sesungguhnya bisa kau buang itu? Tegaslah. "Hati yang sedang sibuk mengemis cinta palsu, tak dapat menerima cinta yang sejati dan setia."
Kata-kata dalam sajak itu bagus, saya anggap itu sebuah nasehat yang walau mungkin bukan untuk saya. Tapi apakah nasehat itu bisa berarti buat seseorang yang mungkin dibutakan hatinya. Kita tidak akan pernah tahu.

0 Comment:

Post a Comment

 
;